21 June 2006

Persepsi adalah Realitas


Sebelum terlalu banyak posting-posting yang lain,ijinkan saya hanya mau mengingatkan diri saya sendiri bahwa manusia bereaksi terhadap suatu kejadian sesuai persepsi mereka, yang tidak selalu merupakan realitas objektif. Itu berarti bahwa kemampuan negosiasi saya bergantung pada persepsi pihak lain tentang situasi saya. Oleh karena itu apa yang terjadi bukanlah realitas, melainkan apa yang dipikirkan orang lain. Sesungguhnya tiga variabel penting yang menjadi inti negosiasi:
- Waktu
- Informasi
- Wewenang
diperbesar dan diminimalkan sesuai dengan persepsi.
Kesimpulannya : jika mereka pikir saya cerdas dan berpotensi (meskipun saya tidak demikian), maka cerdas dan berpotensilah saya

6 komentar:

heruw said...

hahahahaha....koment pertama,dapat abu gosok!!!

lucy said...

demikianlah adanya...nice thought :)

miss g said...

ya...pikiran negatif akan membawa negatif, pikiran positif akan membawa positif jugah..begitulah...

danans said...

begitulah.. realita dalam hidup inih..*garuk2

hihihi... komen terakhir dapet sabun colek.. glakglakglak..

ninja said...

Saya cerna lebih lanjut nanti,
*garuk2 juga

tapi lumayan dapet shampoo :D

Barry said...

first impression kan selalu penting bukan ?!